Tenaga Honorer Turun ke Jalan (3 Februari 2025)
Ribuan tenaga honorer dari seluruh Indonesia berkumpul di depan Gedung DPR/MPR RI untuk menyuarakan aspirasi mereka, yang menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan Senayan.
Aksi "Hitam Februari Kelam" (13 Februari 2025)
Kelompok “Gerakan Rakyat Indonesia” turun aksi dengan memakai pakaian serba hitam. Mereka menolak pasal kekebalan jaksa dalam UU dan menuntut penghapusan asas Dominus Litis dalam RUU KUHP. Aksi ini sempat membakar ban dan menutup ruas jalan, sehingga lalu lintas terganggu.
Demonstrasi Agustus 2025 – Kritik terhadap DPR
• 25 Agustus 2025
Ribuan warga—termasuk mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil—menuntut transparansi dan menolak kenaikan tunjangan anggota DPR. Aksinya memicu kericuhan saat aparat membubarkan massa dengan gas air mata dan water cannon.
• Keterlibatan Warga & Pelajar
Polda Metro Jaya mencatat bahwa intenstasi media sosial memicu partisipasi masyarakat, termasuk 202 anak, 26 mahasiswa, dan 109 warga yang “terhasut” mengikuti aksi demo.
• Gangguan bagi Aktivitas Publik
Aksi tersebut mengganggu aktivitas harian warga—menghambat transportasi, menutup akses jalan, dan merusak fasilitas umum.
• Kerusakan Properti Anggota DPR
Pada 30 Agustus 2025, demonstran merusak dan menjarah rumah anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, yang terletak di Tanjung Priok. Perabotan serta kendaraan miliknya menjadi sasaran massa.
• Korban Luka di Pihak Warga dan Polisi
Sejumlah warga dan anggota kepolisian terluka dalam bentrokan selama demo di akhir Agustus, dan dirawat di RS Polri setelah mendapat perhatian khusus dari Wakapolri.









0 komentar:
Posting Komentar